Showing posts with label jodoh. Show all posts
Showing posts with label jodoh. Show all posts

Thursday, September 26, 2013

Destiny




Cinta itu apa?

Jodoh itu apa??

Tiba-tiba saja semuanya datang berentet begitu saja.

Aku yang menantikan cinta
Aku yang berharap menemukan pembasuh luka.

Dikala doa selalu terucap
Dikala hati ini sudah lelah menengok kebelakang.

Tiba-tiba seperti terjawab semua pertanyaan diri.
Datang begitu saja jawaban doa yang setiap malam terbisikan.

Namun biar begitu sebenarnya ragu dan bimbang masih meradang

Rasanya terlalu aneh
Rasanya terlalu indah
Aku takut ini hanya mimpi.

Tuhan,
Beritahukan aku,
ini adalah jawab dari doa-doaku, atau sebuah ujian yang baru?

Monday, August 19, 2013

6 Pria yang Belum Layak untuk Hubungan yang Lebih Serius

Terinspirasi dari gambar yang teman saya post di salah satu jaringan sosial Path tentang lelaki yang layak jadi pacar itu bagaimana , saya jadi tergelitik untuk memperluas makna dari gambar yang ia post itu.
Tetapi saya akan ubah sedikit temanya, namun sebenarnya dengan inti yang sama. Saya akan menuliskan beberapa tipe lelaki yang harus dihindari, jangankan untuk jadi pacar, bahkan untuk dekat saja pun ada baiknya lebih dipertimbangkan lagi.
Well, sebelumnya, pacar disini bukan diartikan sebagai pacar yang tampilan fisiknya cakep, body bagus, tajir, pinter dan ga malu-maluin kalau pas jalan ke mall ya. Tetapi lebih ke arah orang yang bakal nantinya kita bukakan pintu hati kita sebagai pasangan seumur hidup. Jadi untuk kalian para wanita yang masih mau nikmatin masa muda yang fikirannya cuma cari pacar karena takut kesepian alias bosen nge-jomblo sih ga terlalu ngena' kalau baca ini.
Okay, saya akan mulai pembahasannya siapa sajakah yang harus kita hindari untuk ke hubungan yang lebih serius.
1. Mereka yang masih mendapatkan gelar SUMO.
Arti SUMO disini bukanlah pegulat bertubuh besar menjurus ke gembrot yang berasal dari Jepang, bukan sama sekali. SUMO yang saya maksud di sini adalah SUsah MOve on. Ya, mungkin dari sebagaian orang ada yang tetap maju tak gentar mendekati seseorang yang belum bisa move on dari mantannya. Mereka merasa yakin bahwa cinta yang ia berikan akan membuat sang pujaan hati berpangling. Hellooo nona, ini bukan negeri dongeng. Realitanya, pacar yang belum bisa move on itu cuma akan menjadi benalu dalam hubungan kalian. Bayangkan saja, apabila kalian jalan dengan pacar kalian ke suatu tempat, tau-tau pacar kalian bilang, "Ya ampun beb, dulu aku sering banget nih ke sini sama ex aku, dulu kita bla bla blaa.......... dsb dst". Dan kemudian acara nge-date kalian berdua diisi dengan obrolan kisah si pacar waktu sama ex nya itu. Oh my, asli itu ga banget kan. Kasus lainnya yang akan kalian hadapi dengan pacar yang SUMO adalah, kalian akan dibanding-bandingkan dengan ex nya tersebut secara sadar ataupun tidak. Bisa jadi pacar kalian akan menuntut kalian harus begini, harus begitu,, alasannya sih agar kamu menjadi orang yang lebih baik lagi. Tetapi setelah diusut-usut, dia seperti itu karena dia ingin kamu seperti mantannya. Apa kalian mau menjadi bayang-bayang dari orang lain? Tentu tidak mau kan, karena setiap orang itu berbeda dan unik, tidak ada yang sama. So, kalau pacar kamu itu memang sayang sama kamu, dia nggak akan menengok terus ke masa lalunya, banding-bandingin kamu, atau yang lebih fatal, masih secara rutin hubungin mantan dan ngeharapin balikan. Jangan pernah mau ngasih cinta ke orang yang cuma jadiin kita sebagai pelariannya. Hiii.. big no no for this man.
2. Womenizer Akut.
Lelaki tipe womenizer adalah lelaki yang punya kecenderungan sebagai pecinta wanita yang punya kemampuan sebagai penakluk wanita. Ia bisa dengan gampang, dengan caranya mendekati wanita manapun yang menurutnya menarik. Dia punya magnet tersendiri yang membuat perempuan yang menjadi incarannya juga menjadi takluk dengannya. Contoh mudahnya, James Bond. James Bond adalah tipe penakluk wanita sejati, hampir di setiap sekuel filmnya dapat dipastikan selalu dikelilingi wanita cantik. Pada kehidupan nyata, lelaki seperti ini juga ada. Biasanya dia memiliki banyak sahabat wanita. Tetapi kalau diusut, beberapa sahabatnya itu mungkin sudah ada beberapa yang menjadi mantannya, atau bisa juga teman dekat dari sahabatnya itu adalah mantannya. Ya, para womenizer umumnya memiliki mantan pacar ataupun mantan HTS'an dan TTM'an yang cukup banyak. Selain dari itu, bagaiakan sales officer yang me-maintanance costumer'nya, tipe womanizer adalah sosok orang yang sangat menjaga hubungan dengan para mantannya. Dia masih bisa berhubungan dekat dengan mantannya, layaknya seseorang yang nggak mau kehilangan fans. Dekat sama orang seperti ini harus siap-siap makan hati, karena para womenizer adalah pelaku PHP (Pemberi Harapan Palsu) yang handal.
3. Menyiksa dan kasar
Kasar dan menyiksa disini terbagi menjadi dua yaitu secara psikis, dan secara fisik. Menyiksa secara psikis adalah mereka yang suka berbicara kasar baik lisan maupun tulisan. Membentak dan memaki juga termasuk dalam kategori menyiksa secara psikis. Begitu pula dengan judge dan insecure. Sifat kasarnya itu memberikan trauma atau ketakutan tersendiri, maka dari itu disebut menyiksa psikis. Sedangakn untuk menyiksa secara fisik, misalnya seperti memukul, menampar, menarik tangan secara kasar, dsb. Ibaratnya, kalau belum menikah saja dia sudah berani kasar sama kita, apalagi nanti ketika dia sudah menjadi kepala keluarga. Bisa-bisa ia akan menjadi pemimpin rumah tangga yang sewenang-wenang dan kasar apabila kalian berdua ada cekcok. Nggak mau kan kekerasan rumah tangga bakal terjadi dirumah kamu..
4. Punya pengalaman selingkuh
Well,, kita sebenarnya ga bisa main judge gitu aja sama orang-orang yang pernah menjadi selingkuhers.. "Mungkin" aja si Mr Selingkuh ini sudah meninggalkan kebiasaan buruknya. Tetapi tidak menutup kemungkinan kan kalau suatu waktu ia akan mengulangi kesalahannya. Pacaran dengan orang yang punya sejarah pernah selingkuh harus siapin mental. Iya, harus siapin mental kalau-kalau dia juga bakalan selingkuh pas sama kamu. Amit-amit jabang bayi, jangan sampai sih. Lelaki peselingkuh juga biasanya memiliki kecenderungan untuk merusak hubungan orang. Ia tidak akan segan menyukai atau mengincar perempuan yang sudah punya kekasih. Karena biasanya lelaki yang punya kecenderungan sebagai selingkuhers tidak terlalu mengagungkan komitmen dan perasaan orang lain, yang dia fikirkan hanya perasaannya saja. Anyway, selingkuh disini bukan hanya pacaran atau jalan dengan wanita lain disaat sudah memiliki pacar ya, tetapi bisa juga dengan menyukai diam-diam ataupun memuja berlebihan wanita lain, yapp itu selingkuh hati.
5. Tidak pernah kesusahan
Dia adalah tipe Lucky man, hidupnya selalu mudah dan berjalan lancar. Akademis maju, pekerjaan lancar, kehidupannya senang. Hampir semua target dan keinginannya tercapai. Sekalipun pernah terjatuh, hanya sekedar tersandung, tidak sampai titik paling rendah. Ya, mereka yang tidak pernah merasakan sakitnya tersandung dalam perjalanan hidupnya dan mereka yang setiap keinginannya selalu dengn mudah digapai, akan cenderung memiliki tingkat over conffident tinggi tetapi dengan tingkat ketahanan yang lemah. Apabila mereka mengalami sedikit saja kesulitan, mereka akan ,menjadi sangat lemah dan cengeng, dan mungkin akan menjadi banyak mengeluh. Karena sebelumnya tidak pernah ia merasakan posisi down. Padahal seharusnya sebagai calon pemimpin keluarga, mereka harus kuat mental bukan? Para lucky man juga biasanya kurang memiliki rasa kasihan kepada orang lain yang sedang mengalami masalah, malah cenderung sewenang-wenang terhadap orang lain, mereka tidak bisa bersimpati kesulitan orang, karena mereka belum pernah mengalaminya. Hanya sedikit Luckyman yang memiliki rasa emphati yang tinggi.
6. Tidak bisa me-manage penghasilan dengan baik
Mereka tidak bisa dikatakan kere. Umumnya justru mereka memiliki penghasilan yang sangat cukup. Tetapi karena keteledorannya dalam me-manage uang, mereka hampir selalu mengeluh sedang bokek. Ya, tipe lelaki seperti ini biasanya masih belum berfikir tentang masa depan. Fikirannya hanya kumpul-kumpul dengan teman, ngopi-ngopi sambil ngerokok di cafe premium, beli barang-barang brand premium, dan sebagai pemakai kartu kredit yang aktif. Kegiatan hedonnya sangat terasah, yang dicarinya masih kesenangan sesaat. Gaji bulanannya bisa dibilang hanya numpang lewat. Disaat teman-temannya sudah mulai menyisihkan gajinya untuk menabung dan membeli asset, ia malah masih asyik bergaya dengan dandanan parlentenya. Memiliki pacar seperti itu sebenarnya seru, mereka akan sering mengajak kita kongkow-kongkow ke tempat-tempat seru, mungkin hampir setiap nge-date perut kita bisa kegirangan karena selalu disuguhi kuliner-kuliner mahal. Tidak sedikit dari mereka juga rajin memberikan kita kado-kado yang terbilang mewah. Tetapi, ketika tiba-tiba kita menanyakan jenjang selanjutnya hubungan kalian, mereka akan bilang belum ada tabungan untuk biaya menikah. Yah begitulah, karena memang sallary mereka tiap bulannya tidak ter-manage dengan baik.
Well, itulah kriteria beberapa lelaki (yang menurut saya) sebaiknya difikirkan dua kali ketika ingin memulai hubungan yang serius, tapi semuanya kembali ke kalian. Selama kalian bisa menerima keekstrimannya tersebut, itu semua nggak akan menjadi masalah. Selamat memilih ladies,, :)

Sunday, November 15, 2009

Pasangan Hidup



hmm... saya lagi bingung tentang yang namanya jodoh atau pasangan hidup..

Kita semua tahu, manusia diciptakan oleh Sang Pencipta berpasang-pasangan, ada laki-laki, ada perempuan. Setiap individu dapat dipastikan sudah ditentukan jodohnya sejak kelahirannya di bumi. Namun kita sendiri tidak tahu siapakah jodoh kita kelak. Yang kita lakukan mengikuti arus hidup yang bagaikan air mengalir dengan segenap usaha kita yang maksimal.

Adakalanya hal tentang jodoh atau pasangan hidup kerap memberikan tanda tanya bagi kita semua, khususnya para orang dewasa yang memang sudah cukup umur untuk menikah. Para individu yang dewasa tersebut mulai mempertimbangakan achievment apa saja yang ia akan targetnya pada hidupnya. Seperti jabatan, karir, finansial, pendidikan, serta jodoh.
Manusia dengan segala egonya, tentu akan mengingankan semuanya sempurna dan terbaik dalam aspek-aspek tersebut.

Saya adalah salah satu manusia tersebut..
Saya mempunya beberapa target dalam hidup saya,,
saya ingin cepat-cepat menjadi sarjana, lalu melanjutkan pendidikan saya ke jenjang s2, mempunyai jabatan yang bagus dalam karir saya kelak, memiliki usaha sendiri, ingin membahagiakan kedua orangtua saya dengan berbagai prestasi yang mengagumkan, dan yang terakhir, saya ingin menikah,,ingin memiliki suami yang memang terbaik untuk saya juga anak-anak yang manis serta cerdas.

Oke, saya akui, saya saat ini baru berusia 20 tahun,,jalan saya masih terbilang panjang untuk menuju ke gerbang pernikahan,
Sebelum saya berfikir untuk menikah, saya harus menuntaskan target-target saya yang lainnya dulu yang tadi saya sebutkan diatas. Setelah yang lainnya tercapai, baru saya akan memulai hidup baru saya dengan yang namanya pernikahan.

Namun, tidak ada salahnya kan kalo kita mulai memikirkan seperti apa orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidup saya?
Jangan salah faham dulu, saya tidak kebelet untuk menikah kok,, saya cuma berfikir, tidak ada salahnya kalau saya mulai memilih dan menilai siapa kah yang pantas menjadi pasangan hidup saya kelak..

selama beberapa lama, saya sempat menelaah omongan orang-orang tentang pasangan hidup, yaitu...
(ini saya ambil dari sisi wanita, karena saya memang seorang wanita. tapi ini juga bisa jadi pertimbangan pria dalam memilih wanita. hanya kata-kata pria nya dibalik jadi wanita).


1. Kalau kata dosen saya,,,,,,,
kalau mau lihat bagaimanakah tanggung jawab seorang pria, lihatlah dari pekerjaannya. Apabila pria tersebut memiliki pekerjaan dan dia sangat giat bekerja atau dengan kata lain tidak malas, ditambah pekerjaannya untuk ke depannya memiliki prospek yang bagus,maka dapat dipastikan pria tersebut termasuk dalam kriteria pria yang bertanggung jawab. Karena pria yang memiliki pekerjaan berarti adalah pria yang memiliki visi ke depan, mau berusaha, mandiri, dan tentunya akan dapat menghidupi kita kelak. (tapi dalam hal ini bukan berarti wanita malas bekerja dan bergantung pada finansial suami lhoh,,wanita pun juga banyak yang bekerja).

2. Kalau dari salah satu kutipan di novel Being 20something is Hard!,,,,,
Kalau seorang laki-laki siap nikahin pacarnya, ia pasti akan mengutarakan kesiapannya itu ke pacarnya bahwa ia siap menikahi pacarnya itu hari ini/suatu saat nanti yang telah ia tentukan, (meskipun baru komitment kata-kata saja), maka dapat dipastikan laki-laki itu siap berkomitmen dan sudah yakin dengan masa depannya.

3. Kalau dari salah satu majalah wanita,,,,,,
Apabila mau melihat pria tersebut akan menjadi suami dan bapak yang baik, lihatlah apakah ia memiliki hewan dan merawatnya dengan baik. Lihat juga apakah pria tersebut menyukai anak-anak atau justru jengkel dengan kejahilan anak-anak. Bila pria tersebut memiliki hewan dan memeliharanya dengan baik, serta pria tersebut menyukai anak kecil, maka tidak diragukan lagi, pria tersebut adalah calon bapak yang baik untuk anak-anaknya kelak dan memiliki jiwa kebapakan.

4. Kalau kata ayah saya,,,,,
Apabila mau lihat respek seorang pria dan keseriusan dia terhadap kita, jangan hanya melihat perilakunya terhadap kita. Lihat juga bagaimanakah perilaku dia terhadap orang-orang sekitar kita, seperti keluarga kita, sahabat, rekan, dan lain sebagainya lalu lihat juga perilakunya terhadap lingkungan luar. Apabila perilakunya terhadap orang-orang disekitar menyenangkan dan peduli, maka dapat dikatakan pria tersebut memiliki respek yang baik. Selain itu, lihat juga bagaimana cara dia mendekatkan kita dengan keluarga dan teman-temannya. Apabila dia mau mendekatkan kita dengan orang-orang di lingkungannya, maka pria tersebut membukakan pintu lebar-lebar ke dunianya dan menerima kita untuk lebih tahu tentang dia.

yahhh kurang lebih begitu lah beberapa poin untuk menilai seseorang apabila hendak kita jadikan pasangan hidup. Namun saya sendiri masih bingung seperti apakah pasangan hidup saya kelak.
Meskipun sebenarnya saya sudah memiliki pacar yang hubungan kami kurang lebih terbilang cukup lama, namun saya masih belum tahu apakah ia akan menjadi cinta sejati saya (pasangan hidup/jodoh saya). Saya dan dia sih berharap ia. Tapi yah saya tetap berfikir realistis, untuk membiarkan semuanya bagaikan air yang mengalir. Karena apapun jadinya nanti saya dan pacar saya,pasti itu adalah jalan terbaik dari Sang pencipta. Toh kalo jodoh takkan kemana. Tapi tentu saja saya terus berusaha dan berdoa semoga memang ia lah orangnya.


Terus semangat....!! \(^_^)/